Page 14 - BECOME 24
P. 14
THE STAR
Riliv dan Hybrid System dari Audrey
Maximillian Herli, CEO Riliv
Hi Becomers! Yuk, kenalan sama narasumber
The Star BECOME 24! Audrey Maximillian Herli,
atau yang kerap disapa Maxi, lahir pada 13
Oktober 1992, merupakan founder Riliv yang
didirikannya pada tahun 2015. Selain menjadi
seorang entrepreneur, Kak Maxi juga
merupakan Software Developer yang
berspesialisasi di Mobile/Web Front End
Software Development and UX Design.
Kak Maxi merupakan lulusan S1 Sistem
Informasi di Universitas Airlangga, Surabaya.
Beliau juga sempat mengambil short course di
University of Connecticut untuk mempelajari
Entrepreneurial Studies. Dengan kedua AUDREY MAXIMILLIAN HERLI
pendidikannya ini, beliau berhasil meraih cr: narasi.tv
berbagai macam prestasi, seperti menjadi
Google Student Ambassador South East Asia
pada tahun 2012, 16 besar Young Social Riliv.co sendiri berhasil mendapatkan berbagai
Enterprise (YSE) di Singapura tahun 2016, Top macam penghargaan, seperti Indonesian
10 Finalist GEMASTIK 6 (Software Engineering Delegates of Australia Awards 2016, Winner of
Design & Development) 2013, dan masih Google Business Group Stories Search 2017,
banyak lainnya. Februari 2020 kemarin, Kak Best Sustainable Start Up 2017, Winner of
Maxi bersama kakaknya, Audy, meraih Indonesia Startup Insight 2018, dan
penghargaan Forbes 30 Under 30 Asia di sebagainya. Riliv memberikan berbagai
kategori Healthcare and Science. macam layanan online melalui aplikasinya,
seperti Meditasi, Mood Tracker, Pengantar
Riliv merupakan one-stop aplikasi kesehatan Tidur, dan Konseling. Nah, melihat sistem kerja
mental pertama di Indonesia yang memiliki Riliv yang melibatkan Hybrid System ini, agen
misi untuk memberi kemudahan dalam BECOME 24 berkesempatan untuk
mengakses layanan kesehatan mental yang mewawancarai Kak Maxi untuk mengetahui
terintegratif. Riliv sendiri berawal dari inisiatif pendapatnya mengenai Hybrid System.
Kak Maxi, yang melihat banyaknya orang yang
curhat di media sosial, namun, biasanya Menurut Kak Maxi, adanya Hybrid System yang
berujung mendapat makian atau bullying, diimplementasikan banyak perusahaan dan
sehingga malah memberi dampak depresi start-up setelah pandemi ini memiliki dampak
kepada orang tersebut. Melihat mudahnya positif bagi lingkungan kerja di Riliv. “Dengan
orang-orang bercerita lewat smartphone, Kak adanya sistem hybrid, tim dapat menyepakati
Maxi terinspirasi untuk membuat platform waktu untuk datang ke kantor dalam rangka
tempat curhat/teman curhat profesional yang melakukan koordinasi dan meeting bersama
siap membantu tanpa menghakimi. para pekerja yang lain. Dengan begini apabila
ada pekerjaan yang belum memerlukan
koordinasi offline, para karyawan dapat
14 | BECOME 24

